Senin, 29 Juli 2013

Pilih Satu Mimpi Yang Tinggi, Lalu Kejar Sampai Mati!!!

Guys, akhir-akhir ini karena sedikit nganggur dirumah saya bener-bener jadi blog-stalker di depan laptop. Tapi InsyaAllah liburan ini saya sedang mencari inspirasi besar untuk melakukan perubahan besar, amiin. Nah ini semua tak lepas dari para orang-orang besar yang suka saya kepoin, tak usah jauh-jauh kalau nyari inspirasi, saya lebih suka nyari inspirasi dari orang-orang yang kehidupannya tidak jauh beda dengan saya tujuannya tak lain dan tak bukan untuk mengurangi distorsi mimpi. Karena ketika kita melihat orang yang tak jauh beda dengan kita dan dia adalah salah satu orang luar biasa, rasa-rasanya dalam hati kita bisa berkata “Tak ada yang tak mungkin, kalau dia bisa harusnya saya juga!” itu yang berusaha saya tanamkan dalam hati saya. Dan tokoh inspirator saya ini tentunya juga mahasiswa, namun dia 6 tahun lebih tua daripada saya. Sebut saja akh RidwansyahYusuf Achmad, beliau ini mahasiswa Teknik Plaonologi ITB angkatan tahun 2005. Mantan ketua GAMAIS (LDK) dan Presiden BEM KM ITB,dan saat ini sedang menempuh kuliah S2 di Belanda. Jangan tanya tentang prestasinya, subhanallah luar biasa. Dan rasa-rasanya tak terlalu berlebihan kalau saya mau mengkiblatkan cara berpikir seperti beliau. Yang saya sadari saat ini saya dan beliau sama-sama mahasiswa, dan tentunya saya juga bisa punya mimpi seperti beliau. Bahkan beliau juga sempat menuliskan kriteria istrinya juga lho, dan alhamdulillah di usia 23 tahun kemarin beliau menikah dengan kriteria istri yang pernah beliau tuliskan 3-4 tahun sebelumnya.
Setelah saya ubek-ubek blog beliau sebenarnya tak ada yang istimewa dari cara hidup beliau, semuanya hampir biasa saja. Tak jauh beda dengan mayoritas mahasiswa lainnya beliau juga seorang mahasiswa biasa. Lalu apa bedanya sehingga dia bisa menjadi luar biasa? Yang membedakan dengan kita adalah mimpinya. Beliau punya mimpi yang sangat besar sekali, ini contoh dreamboard milik beliau. Kalau masalah mimpi beliau yang lebih terperinci nampaknya pembaca bisa tanya sama beliau langsung aja ya.

Mimpi besar beliau pada dasarnya cuma satu, yakni membuat “Indonesia Tersenyum”. Tapi untuk mendapat mimpi besar tersebut pasti akan diraih memerlukan jutaan mimpi-mimpi yang lain. Bukan begitu? Oleh karena itulah beliau menambahkan impian-impiannya yang lain seperti S2/S3 keluar negeri, kekayaan, menjadi penulis, pengusaha, dan segala mimpi-mimpinya yang lain, bahkan menurut saya pantas kalau beliau juga ingin menambahkan impian sebagai Presiden Indonesia.
Pasti sebagian besar dari kita bertanya, itu mimpi apa nggak ketinggian. Kalau menurut saya mimpi memang harus tinggi, bahkan setinggi mungkin. Asal nggak mimpi buat jadi Tuhan, menurut saya semuanya rasional. Kalaupun mimpi yang tinggi itu nggak kesampaian, paling tidak masih nyangkut dibawahnya. Bukan begitu? Dulu saya punya mimpi kuliah di FK UI, dan alhamdulillah nyangkut di FK UNS. Harusnya dulu saya melempar mimpi ngambil M.D. di Harvard biar nyangkutnya di FK UI.
Setelah itu beberapa hari yang lalu saya coba mencari-cari cara untuk merangkai semua mimpi-mimpi saya, tentunya mimpi-mimpi itu harus fokus dan tidak boleh ada distorsi maupun friksi dalam pencapaiannya. Karena mimpi yang terstruktur itu akan jauh lebih mudah dicapai daripada mimpi yang gak jelas kemana-mana, atau bahkan jangan-jangan mimpinya juga gak jelas. Nah agar mimpi itu terstruktur maka kita butuh bikin proposal hidup. Kalau masalah ini saya gak akan ngeshare dengan versi saya karena saya sendiri juga masih belajar, kita pake acuan dari motivator ulung Jamil Azzaini aja ya.
Ini silahkan dibaca satu persatu guys :
Nah oke setelah kalian baca semua itu tadi apa yang harus kalian lakukan? Sederhana silahkan mulai dari sekarang! Kapan-kapan saya bakal ngeshare juga mimpi-mimpi saya buat para pembaca sekalian, tapi gak sekarang karena masih mau saya restrukturalisasi lagi dan mau dibikin dreamboard dulu. Oh ya satu hal lagi, sepuluh atau dua puluh tahun lagi kita bertemu dengan membawa pencapaian mimpi kita masing-masing ya guys! SEMANGAT!!!

"Semua orang adalah pemimpi. Mereka melihat segalanya bagaikan kabut lembayung pada musim semi, atau sebagai api yang membakar pada malam musim dingin. Beberapa dari kita membiarkan suatu impian mati, namun yang lain memupuk dan melindunginya, merawatnya dalam hari-hari buruk hingga membawanya ke sinar matahari dan juga cahaya yang selalu menghampiri mereka yang selalu berharap impiannya akan menjadi nyata." -Woodrow Wilson-

0 komentar:

Poskan Komentar