Selasa, 06 Agustus 2013

Terlalu Banyak Polemik di Negeri, Mahasiswa Wajib Ambil Satu Peran

Sedikit angkat bicara dengan berbagai polemik masa kini, nampaknya permasalahan dalam negeri masih terlalu banyak yang belum kita jamah. Berbagai macam masalah silih berganti datang dan pergi, dan saya yakin masalah-masalah ini tak akan pernah ada habisnya. Selesai satu lalu tumbuh lagi sekian ribu. Namun sekali lagi kegelisahan atas bangsa ini hanya milik segelintir orang saja yang saya rasakan, masih terlalu banyak yang leyeh-leyeh tak peduli. Tak lain dan tak bukan karena sejak mudanya mereka tak diajarkan untuk berinisiatif, sederhana, cuma butuh inisiatif. Kalau tak ada hubungannya dengan pribadi, yasudah buat apa ikut campur, malah nambah-nambahin masalah. Ini mindset yang terpaku pada saraf-saraf otak pemuda saat ini. Padahal satu jengkal di kanan-kiri mereka masalah tak pernah ada habisnya.


Sebagai iron stock masa depan, menurut saya tak layak sekali disebut mahasiswa kalau tak punya peran. Bukan hanya iron stock yang kini diam dan 20 tahun lagi baru berjuang menjadi negarawan, tapi harusnya sejak sekarang mahasiswa harus bisa menempa dirinya masing-masing. Guys, iron stock disini bukan hanya dijadikan stok saja yang berarti disimpan dan hanya dikeluarkan ketika saatnya tiba, bukankah lebih ganas menebas ketika besi-besi ini mulai ditempa sejak kini dengan berbagai macam polemik yang lebih sederhana saja, tak usah muluk-muluk bicara masalah negara dulu, di kampusmu pasti banyak masalah tak terjamah. Kenapa harus ditempa sejak kini? Agar 20 tahun lagi mahasiswa ini tak hanya menjadi seonggok besi, tapi telah ditempa jutaan kali dan siap menjadi pedang tajam.
Dimana mahasiswa ini ditempa? Di kampus tentunya. Namun sayang, tak banyak yang sadar bahwa kampus ini tempat tempaan. Yang banyak disadari adalah kampus ini tempat belajar, tak salah memang jika kita mengakatakan kampus ini tempat belajar. Tapi mbok yo ojo belajar buku tok, terlalu merugi menurut saya, karena disini terlalu banyak pelajaran yang bisa kita ambil.
Organisasi mahasiwa atau unit kegiatan mahasiswa adalah pendidikan informal yang paling saya rekomendasikan untuk belajar mengambil peran kehidupan kedepannya. Kalau saya katakan seperti ini pasti berbagai jawaban muncul. Pasti saya yakin bahwa kebanyakan mahasiswa saat ini sudah turut andil di berbagai organisasi mahasiswa dan unit kegiatan mahasiswa. Pertanyannya adalah, apakah kalian sudah mengambil peran? Apakah kalian sudah mendapat peran krusial untuk melakukan perubahan?
Yang saya lihat saat ini adalah satu orang mahasiswa bisa aktif di berbagai organisasi/unit kegiatan, bisa sampai 3 organisasi, 5 organisasi, atau bahkan lebih. Pasti pernah ketemu yang kayak gini, atau mungkin juga yang sedang baca sekarang. Herannya adalah mereka bangga dengan berjuta amanah yang tak satupun mereka punya kontribusi, “Gue di UKM A jadi staf bidang keuangan, gue di organisasi B jadi anggota divisi PSDM, gue di lembaga dakwah C jadi staf kajian islam, gue di mapala D jadi anggota bidang kesehatan, gue di lembaga kesenian E bagian ngeroll kabel, gue di acara seminar  jadi anggota PU”, terus saya jawab,”Bro elu udah tahun ketiga bro, masih aja jabatan staf nempel dimana-dimana, mending elu pilih satu tapi beneran laku”.
Inilah realitanya, banyak sekali mahasiswa yang ikut banyak organisasi tapi statusnya adalah anggota semi-aktif atau bahkan anggota non-aktif. Cuma ikut-ikutan doank, atau kalau anak kecil bilang ikut pupuk bawang. Gak usah muluk-muluk nanya AD/ART organisasinya, nanya prokernya aja saya jamin gak semuanya dia tahu. Atau bahkan anggota sebidangnya aja dia gak tahu. Datang rapat juga kalau pengen, ikut persiapan acara kalau acara gedhe doank, kalaupun dia gak ada juga gak ngaruh. Ada to yang kayak gini? Bejibun guys! Banyakkkk!!! Mending pilih satu organisasi tapi kamu dianggap memang “ada”.
Ayolah guys, terlalu banyak polemik dalam negeri ini, terlalu banyak lini yang perlu diperbaiki. Kalau masih bangga dengan banyak jabatanmu, itu semua cua omong kosong kalau kau tak punya sumbangsih peran. Lihat orang-orang besar disana, mereka adalah orang-orang yang punya inisiatif untuk mengambil satu peran nyata. Istilahnya kalau orang jawa bilang penggaweane rupo. Tentukan satu hal besar yang ingin kau ubah, dan buktikan dengan perubahan. Peran apapun kalau itu menghasilkan kontribusi nyata, nampaknya tak ada dunia yang akan menolakmu. 

Manusia tak lebih dari seonggok cairan berjalan, bedanya adalah yang benar-benar hidup adalah mereka yang menghidupkan. Jangan jadi mahasiswa yang hidup segan mati enggan, tapi jadilah mahasiswa yang punya peran!!!

0 komentar:

Posting Komentar